September di Banda Aceh

Jika sedang menganggur di Jawa di akhir tahun begini, akan lebih bijak jika berada di Aceh. Hujan, genangan memori dan suara kodok malam hari melimpahimu dengan orkestra.

Banda Aceh pada September begini memang selalu basah dan merayumu dengan gorengan pinggir jalan. Pulang dan teguk kopi terbaik dengan pisang raja goreng di Simpang Dodik. Dunia menjadi hangat manakala kunyahan terakhir kau telan.

Dalam hujan enggan mereda begini, membicarakan politik di tengah kepulan asap kopi pancung, adalah kebodohan tahunan. Karena pernah seorang politisi kutu lompat partai politik lokal yang kena sembur kopi di muka karena hendak kampanye di meja kopi. Kopi adalah netralitas dari keberpihakan politik kompetitor pemilu. Kau harus pulang dan kopi Aceh mulai seksi kembali setelah perang surut dari berita di halaman depan koran lokal.

Jika kau sedang menganggur di Jawa, jangan sungkan pulang. Banda Aceh terbuka untuk dibongkar seperti celengan. Siapa tahu ada sisa receh di sudut kekuasaan dan lingkar penguasa.

Kuyakin mereka tak enggan menderma.

Tentang Ratna Sarumpaet Dibisiki Setan; Konspirasi Kuda Troya atau Fans Young Lex?

Beberapa hari belakangan nama Ratna Sarumpaet kembali menjadi bahan perbincangan. Tapi kali ini bukan karena keberaniannya beradu pendapat dengan pejabat negara seperti yang pernah viral beberapa waktu yang lalu.  Juga bukan karena kelantangan ibu dari artis cantik Atiqah Hasiholan ini bicara soal pembunuhan Marsinah pada tahun 1993 oleh rezim orde baru. Ratna Sarumpaet disebut-sebut telah dibisiki setan sehingga melakukan sesuatu yang membuat dia dan sekalian koleganya dalam tim pemenangan Prabowo – Sandi malu.

Menurut kronologi  yang beredar versi wakil ketua Timses Prabowo – Sandi, Nanik S Deyang, pada mulanya Ratna Sarumpaet bersama dua orang berkebangsaan Malaysia dan Srilangka naik taksi menuju Bandara Husein Sastranegara Bandung. Mereka bertiga baru saja menghadiri sebuah konferensi internasional di kota tersebut pada 21 September lalu. Namun saat tiba di bandara, supir taksi kemudian menurunkan mereka di tempat yang agak gelap dan sepi.

Disitulah semuanya bermula. Entah kenapa, dua kolega Ratna Sarumpaet kemudian meninggalkan dirinya sendirian dalam gelap dan sepi untuk kemudian dipukuli hingga babak belur oleh tiga orang tak dikenal. Hal tersebut membuat Ratna Sarumpaet nyaris kehilangan kesadaran akibat penganiayaan yang dialaminya. Ianya kemudian di bopong oleh seorang supir taksi dan diturunkan di tepi jalan di kawasan Cimahi.

Butuh waktu hingga 10 hari sampai Ratna mampu mengatasi trauma yang di alaminya akibat kejadian tersebut dan kembali tampil di depan khalayak. Ratna, melalui Fadli Zon, kemudian menyampaikan hal yang baru saja di alaminya itu kepada Prabowo. Dan dalam sekejap, berita tersebut menyebar di kalangan tim pemenangan Prabowo-Sandi lengkap dengan foto wajah lebam Ratna Sarumpaet.

Rasa simpati dan dukungan kemudian mengalir deras kepada Ratna. Hal ini bisa terjadi mengingat Ratna adalah salah satu elit dalam jajaran tim pemenangan Prabowo – Sandi. Ia tercatat sebagai Juru Kampanye Nasional nomor urut 42 dalam SK tim pemenangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tersebut. Tak lupa, para politisi yang berada dalam barisan ini lantas serempak mengecam sana-sini demi membela koleganya yang teraniaya ini.

Salah satunya adalah Rachel Maryam. Melalui akun Twitternya @cumarachel, mantan selebriti yang kini meniti karir sebagai politisi ini mengecam pelaku yang (katanya) menganiaya Ratna.

Innalillahi bunda @RatnaSpaet semalam dipukuli sekelompok orang. Saat ini keadaan babak belur. Hei kalian beraninya sama ibu2! Apa kalian gak punya ibu? Lahir dari apa kalian?” tulis Rachel Maryam pada Senin, 1 Oktober lalu.

Dibisiki Setan

Selang sehari setelah beredar kabar penganiayaan dirinya, Ratna Sarumpaet mengaku bahwa lebam di sekujur wajahnya adalah karena bedah plastik yang dia jalani. Ianya membantah sendiri kabar penganiayaan yang dia alami dan mengatakan kabar tersebut adalah sebuah kebohongan belaka.

“Hanya cerita khayal. entah diberikan setan  mana yang dibisikkan ke saya dan berkembang seperti itu,” Ujar Ratna kepada awak media.

Sontak pengakuan Ratna tersebut membuat kaget sekalian orang. Bahkan Prabowo sendiri merasa harus menggelar jumpa pers untuk meminta maaf kepada rakyat Indonesia soal kebohongan yang dilakukan Ratna. Prabowo mengaku mempercayai apa yang dikatakan Ratna sebab ia mengenal sosok tersebut selama ini getol memperjuangkan hak-hak rakyat kecil.

“Di depan rakyat Indonesia saya minta maaf. Tapi Saya tidak merasa saya berbuat salah, bahwa Saya akui, bahwa saya agak grusak grusuk,” Tutur calon presiden dari Partai Gerindra itu.

Begitupula dengan Rachel Maryam. Setelah sehari sebelumnya sempat menulis cuitan yang mengecam pelaku penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet, Rachel kemudian kembali mencuitkan permohonan maaf terkait hal tersebut. “Innalillah wa inna ilaihi rojiun. Sandiwara apa ini?,” Cuitnya.

Siasat Kuda Troya

Memperhatikan perkembangan kabar hoax terkait Ratna Sarumpaet ini, saya menjadi ingat kisah tentang kuda troya. Itu adalah cerita tentang penaklukan kota Troya oleh tentara Yunani. Konon kota Troya telah 10 tahun dikepung namun tak kunjung bisa di taklukkan. Hingga akhirnya pasukan Yunani membangun patung kuda raksasa dari bahan kayu. Dan di dalam patung kuda raksasa tersebut, beberapa pasukan Yunani bersembunyi. Sedangkan sebagian lainnya berpura-pura berlayar pulang ke negeri asalnya.

Para penduduk Troya yang merasa telah menang perang kemudian menarik kuda kayu tersebut kedalam kota. Hingga pada tengah malam saat penduduk Troya sedang dibuai mimpi, para tentara Yunani itu kemudian menyelinap keluar dari patung kuda lantas membuka gerbang kota Troya. Hal itulah yang kemudian membuat kota Troya berhasil di taklukkan.

Kenapa saya kemudian mengaikan kabar hoax tersebut dengan kisah kuda Troya? Karena bagi saya adalah sesuatu yang aneh jika tokoh sekelas Ratna Sarumpaet secara sadar melakukan pembohongan publik seperti itu. Bagi saya, apa yang telah dilakukannya adalah sebuah bunuh diri politik. Pula bagi orang-orang yang kemudian ‘termakan’ berita palsu tersebut.

Apalagi jika mengingat seperti apa latar belakang Ratna sebagai aktivis HAM dan bagaimana sosok Prabowo Subianto dalam kacamata penegakan Hak Asasi Manusia. Maka dari itu dugaan konspirasi Kuda Troya kiranya semakin kuat adanya. Jika benar ini yang terjadi, maka saya melihat seorang Ratna Sarumpaet cukup sadar atas tindakan bunuh diri politik yang dilakukannya.

Lantas apa dampaknya? Silahkan perhatikan sendiri. Ditengah berita soal kubu petahana yang terus melakukan koordinasi penanganan gempa bumi dan tsunami di palu dan donggala, di sisi lain kubu Prabowo justru sibuk menyelamatkan muka. Soalnya hampir semua elit politik yang ada dalam barisannya turut serta menyebarkan Hoax made in bunda Ratna. Terlepas disengaja atau tidak, saya melihat apa yang dilakukan Ratna Sarumpaet merupakan sebuah pukulan telak di jantung pertahanan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

Namun semua itu adalah pendapat pribadi saya. Teman-teman sekalian silahkan untuk sepakat atau berbeda pendapat dengan apa yang saya sampaikan di atas. Lagipula bisa saja apa yang dilakukan Ratna bukanlah strategi Kuda Troya, melainkan sebuah bukti bahwa ianya salah satu penggemar Young Lex. Sebab keduanya sama-sama pernah mengamalkan laku pura-pura teraniaya dihadapan warganet Indonesia. Sekali lagi, bisa saja!

Bandung, 04 Oktober 2018

 

Salam Manis

@senja.jingga

Kualitas Atau Rating, Mana Yang Lebih Penting?

Ini hari genap tiga bulan aku menapak tanah jawa. Secara durasi, kali ini adalah waktu paling lama aku di sini. Aku memilih Bandung sebagai ‘rumah’ sementara karena beberapa alasan. Salah duanya adalah soal kerjaan dan disini, aku punya beberapa kenalan. Mereka adalah orang – orang yang membuatku merasa punya keluarga baru di perantauan.

Tiga bulan berada disini, aku juga mulai berani jalan sendiri. Memang saat ini kehadiran aplikasi transportasi online sangat membantu orang-orang sepertiku. Tapi maksudku itu, aku mulai hafal beberapa jalan dan bisa mengendarai motor sendiri untuk bepergian ke berbagai tempat tanpa harus bergantung pada aplikasi peta online. Meski sesekali harus nyasar seperti kemarin saat aku menuju ke Asrama Aceh di jalan Belimbing untuk mengambil beberapa tangkai daun kari.

Selama di sini aku juga berkenalan dengan beberapa teman baru. Salah satu yang paling membekas dalam benakku adalah pertemuan dengan mereka; para penulis skenario sinetron dan Film televisi (FTV). Kebetulan hari itu aku diminta @mariska.lubis untuk menemani mereka bertemu Ayah Pidi. Jadilah aku menuju Rumah The Panasdalam siang itu untuk menunaikan janji. Yaitu janji kepada Mariska untuk menemui teman-teman penulis skenario sinetron itu tadi.

Setelah seremoni perkenalan dan sedikit basa-basi, kami akhirnya mulai berbincang ringan sambil menunggu kedatangan si Ayah. Dari kang Budi aku mendapat kabar si Ayah sedang menyelesaikan rekaman di salah satu studio di kawasan Ciwastra. Ada dua lagu yang masih harus diselesaikan katanya, dan perkiraanku itu berarti akan memakan waktu paling tidak tiga jam lamanya.

Dari teman-teman baruku – yang kebetulan semuanya berkelamin wanita –  aku mendapat gambaran seperti apa industri sinetron dan FTV itu bekerja. Mereka mengaku harus saban minggu menyetorkan minimal dua sinopsis cerita pada hari tertentu. Setelah sinopsis tersebut diterima, maka tulisan itu akan dikembangkan menjadi skenario dan seterusnya. Hingga pada akhirnya tayang di televisi untuk kita saksikan bersama keluarga.

Pada hari itu aku baru tahu jika mereka-mereka itu tidak bekerja langsung pada stasiun televisi atau Production House manapun. Mereka bekerja untuk satu orang yang telah dikontrak oleh PH sebagai penulis skenario. Jadi serupa Ghost Writer yang bersembunyi dibalik layar dan menulis atas nama orang lain. Bagi mereka itu tidak masalah sebab dianggap bagian dari proses.

boro-boro dikontrak PH, emangnya kita siapa? Belum punya nama juga”, begitu kata si perempuan mungil yang pakai kacamata. Maksudnya mereka itu belum populer sebagai penulis. Kalau nama sudah pasti punya sebab diberi oleh orang tua. “Kami mah, yang penting dapat duit, hihi…”, tambah teman yang satunya usai berswafoto dengan gawainya.

Itu hari aku juga sempat menggugat mereka perihal sinetron dan FTV di Indonesia yang – bagi sebagian netizen – dianggap tidak mendidik. Ceritanya juga itu-itu saja. Mulai dari perkara jatuh cinta paska tabrakan yang membuat buku-buku si cewek berserakan hingga soal asmara si miskin dan si kaya yang kalau dipikir-pikir too good to be true. Dari segi judul, itu sinetron atau FTV juga bisa bikin pusing kita punya kepala. Misalnya “Anakku Menjadi Anak Mantan Suamiku” atau “Istriku Lupa Kami Bangkrut”. Pikirkan sendiri, judul macam apa ini? Belum lagi di beberapa episode kerap kita temukan dialog dan adegan yang berkelindan dengan tindak kekerasan.

Teman-temanku itu menanggapi bahwasanya tidak semua PH memproduksi sinetron begitu rupa. Mereka menyebut istilah Hardcore untuk sinetron dan FTV yang memuat unsur maki-jambak-tampar itu. Dan secara tersirat mereka menolak disalahkan atas penayangan tontotan kurang mendidik versi netizen sok moralis tersebut. “Kan, kita kerja sesuai permintaan penulis naskah dari PH nya. Lagian yang Hardcore begituan ratingnya tinggi. Itu berarti masyarakat kita nerima”, bantah mereka.

Mendengar jawaban mereka aku cuma bisa senyam-senyum saja. Soalnya aku geli sendiri membayangkan jika pelaku industri terus-terusan mengikuti permintaan pasar. Sebab jika mereka terus memproduksi barang sesuai keinginan konsumen, maka bukan tidak mungkin hari ini kita masih mengendarai kuda kemana-mana. Kenapa? Begini ceritanya.

Dahulu kala, harga satu unit mobil sangatlah mahal karena proses produksinya yang terbatas. Oleh karena itu, hanya golongan kaya raya saja yang dapat memiliki mobil. Sedangkan sebahagian besar masyarakat masih menggunakan kuda sebagai sarana transportasi mereka. Hingga seorang Henry Ford, pendiri Ford Motor Company pada tahun 1908 memproduksi mobil secara massal pertama di dunia. Produksi massal itu mampu menekan biaya produksi sehingga harga jual mobil model-T pabrikan Ford tersebut menjadi lebih terjangkau.

Saat itu golongan masyarakat ekonomi kelas menengah tentu tidak pernah terpikir untuk memiliki mobil oleh karena harganya yang mahal. Nah, jika Henry Ford menggunakan logika PH sinetron dan FTV di Indonesia, ia tentu akan mengikuti selera pasar. Apa yang di inginkan masyarakat saat itu? Tentu saja kuda yang lebih kuat dan cepat alih-alih sebuah alat transportasi alternatif serupa mobil. Maka dari itu jika dahulu Henry Ford tidak berani melabrak permintaan pasar, mungkin saat ini kita akan mengenal Ford sebagai peternakan kuda, bukan produsen mobil terkemuka.

Jadi bagiku, tak masuk akal jika sebuah PH memproduksi tontonan bagi masyarakat hanya untuk mengejar rating semata. Selayaknya bisnis, inovasi adalah suatu hal yang niscaya. Dan pelaku industri pertelevisian punya tanggung jawab untuk mencerdaskan masyarakat melalui program-program yang ditayangkannya. Jadi kenapa harus seragam dan tidak berani menampilkan sesuatu yang beda? Soalnya bagaimana masyarakat bisa memilih tontonan yang berkualitas jika semua channel di televisi tayangannya begitu rupa?

 

Bandung, 24 September 2018

Img Source 1, 2, 3

Di Indonesia, Komunis Memang Ada dan Terus Berlipat Ganda

img source

Belakangan ini, bandul politik di Indonesia tengah bergerak ke arah kanan. Begitu kata seorang pengamat politik langganan media-media arus utama. Hal ini menguat terutama paska Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Propaganda demi propaganda diluncurkan oleh masing-masing pihak yang ikut berkompetisi untuk memperkuat barisannya atau menghantam barisan lawan. Salah satunya adalah politik identitas berlabel agama. Dan setelah pernyataan kontroversial Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) yang oleh majelis hakim dianggap menista agama, hegemoni politik identitas di Indonesia terasa semakin kentara. Hal itu bisa kita perhatikan dengan diselenggarakannya aksi demo berjilid-jilid beserta reuninya yang terlalu naif jika dikatakan tanpa muatan politik.

Memang, ciri paling dominan dari pemikiran-pemikiran kelompok sayap kanan yaitu nilai-nilai tradisional yang seringkali berkaitan dengan isu agama. Dan tanpa perlu menyebut nama, kita tentu tahu persis bagaimana para oknum memanfaatkan isu agama dalam proses perebutan kuasa. Bahkan celakanya, hingga ada yang berani mengklaim kelompoknya adalah pengejawantahan tuhan dalam bentuk partai politik. Entah apa maksudnya. Mungkin partai tersebut didirikan oleh tuhan atau bisa jadi hanya partainya yang mendapat ridha tuhan. Tapi pada kesempatan ini kita tidak sedang membicarakan kapitalisasi isu agama dalam ranah politik karena menurutku itu tidak asik.

Menguatnya kekuatan politik sayap kanan ini sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak jauh-jauh hari. Pemilihan Presiden pada 2014 lalu menurut pengamatanku adalah awal mula pergeseran bandul politik tersebut. Dan isu yang memantik pergeseran bandul tersebut tidak lain tidak bukan ialah isu tentang kebangkitan komunis. Isu ini kembali direproduksi setelah sekian lama tenggelam bersamaan dengan karamnya kapal besar orde baru yang dinahkodai Soeharto.

img source

Berbagai sumber dan bukti disertakan untuk memperkuat propaganda kebangkitan komunis ini. Mulai dari yang menghebohkan seperti selentingan kabar tentang adanya Kongres PKI di Magelang berkedok training pembuatan pupuk organik, hingga yang paling absurd soal adanya lambang palu arit di lembaran rupiah keluaran terbaru. Semua itu dilakukan untuk satu tujuan; meyakinkan masyarakat bahwa anggota partai komunis di Indonesia itu nyata adanya dan mereka semakin berlipat ganda.

Tapi benarkah komunis masih ada di Indonesia setelah dihantam dengan berbagai cara setelah sekian lama? Apakah benar mereka masih eksis sehingga kita harus ‘berjihad’ untuk membasmi komunis hingga ke akar-akarnya?

img source

Menurut penelitian yang kulakukan secara intensif – di internet tentunya – komunis memang masih ada di Indonesia. Ianya memang ada dan jumlahnya memang semakin berlipat ganda. Tapi aku tidak yakin, kita memang harus membasmi komunis jenis ini. Sebab tampaknya ia tidak berbahaya bagi kelangsungan berbangsa dan bernegara. Malah, ada penelitian yang menyebutkan bahwa komunis ini bisa menjadi sumber energi alternatif terbarukan.

Mungkin sebagian dari kamu tidak percaya lalu kemudian bertanya-tanya, mengapa komunis bisa menjadi begitu rupa? Maka dari itu kusarankan segera buka peramban internet yang ada di gawaimu dan ketikkan Ricinus Communis. Apa yang kamu temukan? Jangan terkejut jika memang komunis itu memang masih ada dan terus berlipat ganda!

Kalau Ada Gempa Kita Harus Apa?

img source

Indonesia rawan gempa bumi. Itu adalah kalimat yang mulai sering kita dengar akhir-akhir ini. Hal tersebut disebabkan letak Indonesia yang berada pada pertemuan 3 lempeng tektonik besar yaitu lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, serta Lempeng Eurasia. Selain 3 Lempeng tektonik besar itu, Indonesia juga berada di daerah cincin api pasifik (ring of fire). Itu berarti, ada banyak sekali gunung vulkanik aktif yang kapan saja bisa mengalami erupsi; sebuah aktivitas gunung berapi yang juga dapat memicu terjadinya gempa bumi.

Belakangan ini ditengah gempita penyambutan hari kemerdekaan serta pekan olahraga se-Asia, Indonesia kembali berduka. Musibah gempa bumi kembali terjadi dan kali ini mengguncang Lombok, Bali, dan sekitarnya. Ratusan orang menjadi korban akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Ribuan lainnya harus mengungsi ke tenda-tenda akibat pemukiman yang hancur dilanda gempa. Bahkan hingga kemarin telah terjadi 101 kali gempa susulan paska lindu berkekuatan 6,9 SR.

Sebagai orang Aceh, pengalaman dilanda gempa ini kualami bukan sekali-dua. Paska gempa besar yang mengakibatkan terjadinya Tsunami pada akhir 2004 lalu, kami masyarakat Aceh telah berkali-kali merasakan fenomena alam ini. Terakhir gempa bumi dalam skala besar mengguncang Kabupaten Pidie Jaya pada penghujung 2016 lalu. Musibah ini menelan sedikitnya 97 orang korban jiwa dan ratusan lainnya luka-luka.

Paska musibah gempa dan tsunami pula, kami terbiasa didatangi pancaragam organisasi relawan. Mereka itu ada yang tugasnya mengevakuasi korban, ada yang sekedar bagi-bagi bantuan, ada yang melakukan penanganan trauma paska bencana, namun banyak pula yang bingung harus melakukan apa sebab tak dibekali pengetahuan sebelum terjun kelokasi bencana. Namun bagaimanapun kami tetap berterima kasih kepada mereka yang sudah mau meluangkan waktu untuk datang menjenguk kami saat tertimpa kemalangan. Meski niatnya hanya untuk sekedar jalan-jalan.

Dari para relawan itulah, kami di ajarkan seperti apa seharusnya kami menghadapi musibah gempa bumi. Itu adalah lagu berisi edukasi yang kucuri dengar saat kakak-kakak relawan melakukan program trauma healing disekolah-sekolah. Dan pada kesempatan ini aku akan berbagi kepada rakan sekalian tentang Apa Yang Harus Dilakukan Kalau Ada Gempa.

 

img source

1. Kalau Ada Gempa Lindungi Kepala.

Saat sedang beraktivitas dan tiba-tiba kamu merasa kepalamu seperti berputar-putar, perhatikan dahulu di sekitar. Jika benda-benda lain tidak bergoyang pula tanah tidak bergetar, itu bukan gempa melainkan tanda kalau kamu mungkin sedang lapar. Tapi jika kamu sudah pastikan itu adalah gempa bumi, segeralah lindungi kepala menggunakan apa saja baik dengan buku, tas, atau apapun yang bisa melindungi kepalamu dari reruntuhan. Pastikan yang kamu lindungi itu adalah kepalamu sendiri, bukan kepala sekolah apalagi kepala daerah.

 

img source

 2. Kalau Ada Gempa Masuk Kolong Meja.

Jika kamu sedang berada di dalam ruangan saat terjadi gempa, segeralah berlindung dengan cara masuk ke kolong meja. Hal ini diharapkan bisa menyelamatkanmu jika sewaktu-waktu gempa menyebabkan atap bangunan tersebut runtuh. Paling tidak reruntuhan itu tidak menimpamu sebab terhalang dengan meja yang kau gunakan untuk berlindung. Tapi sebelumnya pastikan bahwa meja itu cukup kuat. Sekali lagi kamu harus ingat, masuk ke kolong  meja. Bukan masuk ke tahanan KaPeKa. Pastikan juga mejanya itu bukan meja hijau!

 

img source

3. Kalau Ada Gempa Hindarilah Kaca.

Gempa bumi terutama dengan skala besar dapat meruntuhkan bangunan terutama yang bermaterial kaca. Oleh karena itu, saat gempa terjadi, sebisa mungkin kamu menghindari kaca sebab pecahannya bisa saja membuatmu terluka. Yang paling penting, tidak perlu sibuk-sibuk ngaca saat terjadi gempa. Semua juga sudah tau keburukanmu seperti apa.

img source

4. Kalau Ada Gempa Lari Kelapangan Terbuka.

Pada setiap fasilitas publik, pasti ada Assembly Point yang berfungsi sebagai tempat berkumpul ketika terjadi bencana. Nah, larilah kesitu saat gempa terjadi. Jika disekitarmu tidak ada Assembly Point-nya, maka carilah tempat terbuka yang jauh dari bangunan. Sebab sewaktu-waktu bisa saja bangunan itu runtuh dan menimpamu. Saat gempa terjadi usahakan juga untuk tidak panik sebab nanti bukannya kelapangan terbuka, kamu malah lari keluar negeri seperti pimpinannya para alumni.

Rakan sekalian, itu tadi empat hal yang harus kamu lakukan kalau ada gempa. Selain empat hal tersebut, yang paling penting kamu lakukan saat ada gempa adalah ingat kepada Allah Ta’ala. Karena semua cobaan itu datang dari-Nya!

Kopi Dini hari di Lageun Aceh Jaya

 

Kupikir, angin yang bertiup di sela bebatuan bukit-bukit kering sepanjang pantai pada dini hari itu, tak pernah berhenti dari sejak Adam dan Hawa diasingkan ke dunia. Seperti juga nafas mini bus sempati star yang dilarikan dari Blang Pidie malam itu, menabrak-nabrak angin yang berhembus searah dari laut yang menganga. Di belakang kedai makan lageun, ombak berteriak dalam gelap dan gemuruh tiada henti. Kopi kuaduk dalam hoyong luar biasa. Kubakar sebatang rokok sambil mengingat-ingat perjalanan malam melelahkan. Sopir yang ugal-ugalan, kursi penumpang yang tempat bersandarnya telah copot hingga jam yang bergerak lambat.

Tak ada yang menggembirakan perjalanan ke daerah barat-selatan di waktu malam. Selain minum kopi di Lageun. Kopi bubuk lokal yang aromanya khas dan gurih ampasnya buat ditelan. Rokok terasa menemukan jodohnya dini hari itu.

Aku tidak tahu alasan kenapa perjalanan ke daerah barat-selatan dilakukan pada malam hari. Sementara jalur pantai timur-utara Aceh kapan waktu siap mengantar penumpang hingga ke Medan. Bagiku, ini sangat menyiksa dan membatasi penumpang yang sesekali melakukan perjalanan ke barat-selatan untuk menikmati indahnya garis pantai Samudera Hindia. Pemerintah di kabupaten barat-selatan sepertinya suka gelap-gelapaan dalam memberlansungkan apa pun.

Tentang Dinding Ratapan Para Mantan; Seingatku Saja.

Sore itu #bivakemperoom, markas Komunitas Kanot Bu sedang ramai. Aku yang baru saja terjaga langsung menuju perigi untuk membasuh diri. Kulihat Alam (@only.home) sedang sibuk dengan aktivitasnya menggergaji beberapa bilah kayu. Sedangkan si Agus, tak ku ingat sedang apa. Soalnya ini kejadian sudah cukup lama. Jujur saja aku lupa tanggal persisnya berapa tapi yang jelas pada suatu hari di akhir bulan Oktober 2016 silam. Lanjutkan membaca “Tentang Dinding Ratapan Para Mantan; Seingatku Saja.”

Perkawinan yang Menggairahkan

Sumber foto: https://steemitimages.com/0x0/http://www.legendchew.com/wp-content/uploads/2018/06/legendchew_wordpress_steempress.png

Dalam sepekan lebih, aku tak bisa berkutik; mengejar tenggat waktu tanggung jawab yang harus aku tuntaskan. Obrolan group maupun pesan *japri* sering baru terbaca saat menjelang waktu istirahat. Terlebih obrolan group, jika sudah ratusan pesan bahkan sering ku abaikan. Lanjutkan membaca “Perkawinan yang Menggairahkan”