Kalau Ada Gempa Kita Harus Apa?

img source

Indonesia rawan gempa bumi. Itu adalah kalimat yang mulai sering kita dengar akhir-akhir ini. Hal tersebut disebabkan letak Indonesia yang berada pada pertemuan 3 lempeng tektonik besar yaitu lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, serta Lempeng Eurasia. Selain 3 Lempeng tektonik besar itu, Indonesia juga berada di daerah cincin api pasifik (ring of fire). Itu berarti, ada banyak sekali gunung vulkanik aktif yang kapan saja bisa mengalami erupsi; sebuah aktivitas gunung berapi yang juga dapat memicu terjadinya gempa bumi.

Belakangan ini ditengah gempita penyambutan hari kemerdekaan serta pekan olahraga se-Asia, Indonesia kembali berduka. Musibah gempa bumi kembali terjadi dan kali ini mengguncang Lombok, Bali, dan sekitarnya. Ratusan orang menjadi korban akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Ribuan lainnya harus mengungsi ke tenda-tenda akibat pemukiman yang hancur dilanda gempa. Bahkan hingga kemarin telah terjadi 101 kali gempa susulan paska lindu berkekuatan 6,9 SR.

Sebagai orang Aceh, pengalaman dilanda gempa ini kualami bukan sekali-dua. Paska gempa besar yang mengakibatkan terjadinya Tsunami pada akhir 2004 lalu, kami masyarakat Aceh telah berkali-kali merasakan fenomena alam ini. Terakhir gempa bumi dalam skala besar mengguncang Kabupaten Pidie Jaya pada penghujung 2016 lalu. Musibah ini menelan sedikitnya 97 orang korban jiwa dan ratusan lainnya luka-luka.

Paska musibah gempa dan tsunami pula, kami terbiasa didatangi pancaragam organisasi relawan. Mereka itu ada yang tugasnya mengevakuasi korban, ada yang sekedar bagi-bagi bantuan, ada yang melakukan penanganan trauma paska bencana, namun banyak pula yang bingung harus melakukan apa sebab tak dibekali pengetahuan sebelum terjun kelokasi bencana. Namun bagaimanapun kami tetap berterima kasih kepada mereka yang sudah mau meluangkan waktu untuk datang menjenguk kami saat tertimpa kemalangan. Meski niatnya hanya untuk sekedar jalan-jalan.

Dari para relawan itulah, kami di ajarkan seperti apa seharusnya kami menghadapi musibah gempa bumi. Itu adalah lagu berisi edukasi yang kucuri dengar saat kakak-kakak relawan melakukan program trauma healing disekolah-sekolah. Dan pada kesempatan ini aku akan berbagi kepada rakan sekalian tentang Apa Yang Harus Dilakukan Kalau Ada Gempa.

 

img source

1. Kalau Ada Gempa Lindungi Kepala.

Saat sedang beraktivitas dan tiba-tiba kamu merasa kepalamu seperti berputar-putar, perhatikan dahulu di sekitar. Jika benda-benda lain tidak bergoyang pula tanah tidak bergetar, itu bukan gempa melainkan tanda kalau kamu mungkin sedang lapar. Tapi jika kamu sudah pastikan itu adalah gempa bumi, segeralah lindungi kepala menggunakan apa saja baik dengan buku, tas, atau apapun yang bisa melindungi kepalamu dari reruntuhan. Pastikan yang kamu lindungi itu adalah kepalamu sendiri, bukan kepala sekolah apalagi kepala daerah.

 

img source

 2. Kalau Ada Gempa Masuk Kolong Meja.

Jika kamu sedang berada di dalam ruangan saat terjadi gempa, segeralah berlindung dengan cara masuk ke kolong meja. Hal ini diharapkan bisa menyelamatkanmu jika sewaktu-waktu gempa menyebabkan atap bangunan tersebut runtuh. Paling tidak reruntuhan itu tidak menimpamu sebab terhalang dengan meja yang kau gunakan untuk berlindung. Tapi sebelumnya pastikan bahwa meja itu cukup kuat. Sekali lagi kamu harus ingat, masuk ke kolong  meja. Bukan masuk ke tahanan KaPeKa. Pastikan juga mejanya itu bukan meja hijau!

 

img source

3. Kalau Ada Gempa Hindarilah Kaca.

Gempa bumi terutama dengan skala besar dapat meruntuhkan bangunan terutama yang bermaterial kaca. Oleh karena itu, saat gempa terjadi, sebisa mungkin kamu menghindari kaca sebab pecahannya bisa saja membuatmu terluka. Yang paling penting, tidak perlu sibuk-sibuk ngaca saat terjadi gempa. Semua juga sudah tau keburukanmu seperti apa.

img source

4. Kalau Ada Gempa Lari Kelapangan Terbuka.

Pada setiap fasilitas publik, pasti ada Assembly Point yang berfungsi sebagai tempat berkumpul ketika terjadi bencana. Nah, larilah kesitu saat gempa terjadi. Jika disekitarmu tidak ada Assembly Point-nya, maka carilah tempat terbuka yang jauh dari bangunan. Sebab sewaktu-waktu bisa saja bangunan itu runtuh dan menimpamu. Saat gempa terjadi usahakan juga untuk tidak panik sebab nanti bukannya kelapangan terbuka, kamu malah lari keluar negeri seperti pimpinannya para alumni.

Rakan sekalian, itu tadi empat hal yang harus kamu lakukan kalau ada gempa. Selain empat hal tersebut, yang paling penting kamu lakukan saat ada gempa adalah ingat kepada Allah Ta’ala. Karena semua cobaan itu datang dari-Nya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *