Nasi + B

“Abeh Breueh, Plot Lam APBA”

Pernyataan di atas adalah penggalan lirik lagu “Kanot Bu” yang diciptakan oleh saudara Reza Mustafa sekitar tahun 2008. Ketika itu, Komunitas Kanot Bu baru saja didirikan. Awalnya lagu tersebut hanya berbentuk puisi yang agak panjang. Fuady S Keulayu membuatnya menjadi lagu bernada agak kemelayu-melayuan. Dan kami sebagai penikmat lagu, tidak membantahnya.

Abeh breueh plot lam APBA, awalnya tidak ada dalam lirik. Semakin kemari, kondisi politik dan berita koran yang hari demi hari selalu dipenuhi oleh pertengkaran antara gubernur dan DPRA yang dimulai saat pjs gubernur Aceh mem-pergub-kan APBA. Pertengkaran itu setidaknya lebih bising dari berada di kabin mesin kapal penyeberangan Banda Aceh-Sabang. Tak ada anggota Dewan yang sependapat dengan keputusan pejabat gubernur sementara itu. Pusat Politik Aceh guncang dan diperbincangkan berhari-hari oleh pendukung DPRA yang pastinya tim sukses atau orang yang pernah mendapat salam tempel seratusan ribu menjelang lebaran dari anggota dewan. Atau sekelompok orang  yang pernah dikunjungi anggota dewan saat bencana dengan menyerahkan sekardus mie instant dan minyak Bimoli dua kilo gram plus sepapan telur Medan.

Perjuangan mem-pergub dan menolaknya adalah perjuangan yang ‘seolah-olah’ semata. Seperti tindakan keras Irwandi Yusuf sekarang yang bikin anggota DPRA kalah telak.

Dua kali pergub APBA di Aceh bukanlah suatu yang menggembirakan. Itu hanya sandiwara yang ditonton jutaan rakyat dari Pulo Aceh hingga penduduk di dekat gapura selamat datang di Sumatera Utara. Perjuangan dua kutub egois itu adalah perjuangan nasi siapa yang banyak di-plot. Nasi siapa yang berasnya murahan. Nasi siapa yang bisa lansung dimakan sedetik setelah palu APBA diketuk ketua. Ini soal nasi dan cara cepat mendapatkannya secara berlimpah.

Kalau kamu, saya dan kalian semua tidak punya akses pada plot APBA. kita hanya perlu menambah huruf “B” di depan kata “NASI”.

NASIB!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *