Senam pagi dengan musik Dugem

Sebenarnya sedang tidak ingin menulis. Namun, Zulham telah terlanjur membuat steempress, dan itu mengganggu malas yang sudah sangat nikmat kurasa. “Nyan kana steempress aci tiek tulesan ilee saboh”( Itu sudah ada steempress coba lempar tulisan satu). Begitu WA-nya masuk ke hand phone ku.Ya sudah, malu juga rasanya jika tak menulis. Namun apa yang harus kutulis.

Hari Jumat kemarin dia membuatkan steempress. Kebetulan seberang pagar tempat kami berdiam, orang-orang kantor sedang senam pagi.
Kantor pemerintah yang tak usah kusebut namanya itu, saban Jumat jam 8 pagi selalu melaksanakan senam. Mereka memutar musik remix-dut yang sedang fenomenal, seperti Siti Badriah. Yang tak sanggup kupanjat pikir lagu meutuwah tersebut begitu mudah mengalir ke pelosok-pelosok kampung dan rata-rata dihafal kaum emak dan anak perempuannya. “Lagi Syantik”, entah benar judulnya demikian. Namun terlepas dari suka atau tidak, kuyakin kalian juga pernah mendengar lagu tersebut.

Kalau bukan Siti Badriah, ya lagu “Jaran goyang” miliknya Nella Kharisma. Kadang ada juga lagu india. Lagu tersebut telah di sesuaikan dengan gerakan senam dalam loncatan beat yang menghentak. Aku mulai berpikir kala mendengar musik demikian. Sekilas mirip suasana pencinta gemerlap kehidupan malam. Atau jangan-jangan mereka bukan sedang senam pagi, tapi memindahkan suasana diskotik ke dalam olah raga mereka.

Apa mau dikata. Itu hak orang, walau mengganggu jalan khayalku. Kusumpal telinga pakai headset dengan lagu yang kumiliki di HP. Setidaknya itulah pertolongan pertama untuk merawat telinga dari musik yang demikian. Sialnya sound mereka lolos mencampuri musik di telingaku. Kamprett!

Berolah raga memang baik. Terserah pagi atau malam menurutku. Namun ini berbicara soal penyalahgunaan musik bagi kesehatan. Lagu dengan lirik vulgar seperti pada dangdut koplo yang menjuarai panggung di pulau jawa, telah banyak di gunakan untuk senam pagi. Walau beatnya punya daya hentak yang dapat memicu semangat. Tapi semangat yang keluar bukan dikuasai oleh dasar kebaikan. Bisa jadi semangat jahat, bisa jadi semangat dari sundulan syahwat.

Itu kuyakin betul saat melihat para pegawai kantor sebelah yang sedang melakukan senam pagi( Khususnya kaum bapak) yang tak betul-betul melakukan gerakan. Mereka hanya menggerakkan anggota tubuh sekedarnya saja. Kaum perempuan dengan baju kaos, menggunakan celana trening tanpa menyisakan ruang untuk celah angin. Dan mereka berada pada posisi depan. Sementara kaum Bapak di belakang kaum Ibu. Jelas saja aku yakin bahwa beberapa dari kaum bapak itu melihat body Ibu-ibu di depan dengan nakal. Yang Ibu-ibu juga bisa dipastikan merasa kalau mereka sedang mendapat pandangan mendalam. Inilah akibat penyalah gunaan musik pada senam yang membangkitkan semangat tak sehat bagi jiwa dan fikiran.

*Image by pixabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *