Setelah Lalu Muhammad Zohri, Lalu Siapa Lagi?

Hola Steemians…

Beberapa hari belakangan ini rakyat Indonesia sedang gaduh-gaduhnya merayakan keberhasilan sprinter muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri. Seperti yang telah kita ketahui, dik Zohri ini berhasil menjadi juara dunia lomba lari 100 M Putra atletik U-20 di Tempere, Finlandia. Akhirnya bisa ditebak, Zohri pun mendadak viral di sosial media.

Berita soal Zohri makin kesini semakin membingungkan saja. Alih-alih membicarakan prestasinya, Warganet dengan segala kepesongannya justru tertarik membahas sisi pribadi sprinter asal NTB tersebut. Mulai dari rumah sederhanannya yang berbanding terbalik dengan berjibun medali yang berhasil ia peroleh hingga soal bendera (diduga) Polandia yang disandangnya saat menjadi juara dunia.

Soal tabiat kepo, orang Indonesia memang tiada duanya. Bak detektif swasta, segala macam sisi kehidupan Zohri disorot tiada henti-hentinya. Dan hal ini kemudian didukung oleh pemberitaan yang menurutku berlebihan oleh media. Kalau tidak percaya, coba saja buka peramban internetmu lalu ketikkan nama Lalu Muhammad Zohri disitu. Mungkin hanya soal ukuran ‘nuga’ Zohri atau berapa kali dia berak sehari saja yang luput diberitakan media. Kalau soal asmara, aku rasa memang dia tak punya.

Bisa saja ini merupakan efek dari hausnya publik olahraga tanah air akan prestasi membanggakan di kancah internasional. Tapi tetap saja, dengan pemberitaan seheboh itu, jujur saja aku trauma. Bukan apa-apa, sebelumnya kejadian begini rupa juga sudah pernah terjadi di Indonesia. Kau lupa yang mana? maka dari itu aku akan cerita.

Pertama adalah soal para pemain naturalisasi di cabang olahraga sepak bola. Seingatku, tren naturalisasi pemain asing ini pertama sekali gencar dilakukan PSSI pada masa kepemimpinan Nurdin Halid tahun 2010. Kita tentu tak lupa nama-nama seperti Raphael Maitimo, Kim Kurniawan, Cristian Gonzales, sampai yang paling fenomenal yaitu siapa lagi kalau bukan babang-babang ganteng Irfan Bachdim. Saat itu jelang pelaksanaan AFF 2010, pemberitaan soal mereka seakan tak habis-habisnya ditayangkan oleh media.

Namun apa yang terjadi? Lepas pemberitaan dari media prestasi timnas Indonesia tetap biasa-biasa saja. Pun lagi, performa para selebritas baru di dunia olahraga itu menurutku jauh panggang daripada api jika ingin dikatakan memuaskan. Babang Irfan seperti yang kita lihat di teve berakhir dengan menjadi bintang iklan produk shampo anti ketombe lalu namanya lenyap begitu saja. Bahkan di beberapa pertandingan Timnas Indonesia namanya tak masuk kedalam Line Up.

Diego Michiels lain lagi. Setelah sempat digosipkan pacaran sama Nikita Willy, dianya malah terjerat sebuah kasus hukum dan akhirnya di bui. Prestasi macam apa ini? Tentu saja tidak sepadan dengan hingar-bingar pemberitaan yang ada.

Selanjutnya ada satu nama dari lintasan balapan jet darat Formula 1. Ialah Rio Haryanto yang saat itu berhasil mengaspal di lintasan balapan mobil paling elit di dunia itu. Sontak, Rio disambut gegap-gempita publik Indonesia. Banyak orang yang berharap Rio mampu melambungkan nama Indonesia di ajang balap Formula 1.

Dan lagi-lagi, berita soal Rio pun muncul dimana-mana. Mulai dari acara talkshow hingga disebut-sebut dalam Reality Show bernuansa religi. Yang paling parahnya – dan entah apa hubungannya, Rio juga sempat diperbincangkan dalam program-program gosip selebriti. Kan tai!

Lalu seolah mengikuti nasib selebritas olahraga sebelum-sebelumnya, prestasi Rio di lintasan justru memble. Ia berkali-kali hanya mampu finish di urutan belakang. Jangankan jadi juara, masuk 10 besarpun tidak. Dan yang paling parah, Rio bahkan tak mampu menyelesaikan seluruh seri balapan pada  musim tersebut. Cuma setengahnya aja. Setelah melalui setengah musim minim prestasi, coba tebak Rio Haryanto menjadi apa? Yap, bintang iklan pelumas pertamina! Terlepas dari alasan minimnya dana atau dukungan dari negara kepadanya. Jikapun alasan itu masuk akal, maka kau harus tahu alasan itu dibuat memang untuk itu. Jika tak masuk akal, ya bukan alasan namanya.

Oleh karena itu wajar jika aku sedikit trauma sama pemberitaan soal Lalu Muhammad Zohri yang begitu banyak ini. Takutnya, Zohri yang kini sedang mempersiapkan diri untuk menyongsong Asian Games itu malah ikut-ikutan jejak pendahulunya. Kita tentu tak mau atlit andalan Indonesia ini justru gagal meraih prestasi maksimal dalam pekan olah raga antar negara se-Asia itu hanya karena tak bisa fokus untuk latihan. Apalagi jika dalam waktu dekat Zohri justru ditawari job sebagai bintang iklan.

Tapi sebentar dulu. Jikapun ditawari menjadi bintang iklan, maka produk apa kira-kira yang paling cocok dibintangi Zohri? Mengingat Zohri itu seorang pelari cepat yang mengandalkan kesehatan, kekuatan, serta kecepatan kaki, menurutku dik Zohri ini pasti akan sangat pantas sekali membintangi sebuah produk legendaris yang memang dikenal luas sangat berguna bagi kaki orang Indonesia terutama yang bermukim di pelosok-pelosok desa seperti dirinya. Apalagi kalau bukan Kalpanax!

Tapi, semoga saja tidax…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *